Senin, 25 April 2016

Operation Chart : Stasiun Kerja 3 (Updated)

Stasiun Kerja 3 : Finishing






Temuan
•Tinggi kursi untuk pekerja terlalu tinggi, hal tersebut membuat pekerja terlalu menunduk dan dapat menyebabkan cidera leher.
•Alat potong yang digunakan saat mengerjakan pesanan box yang banyak tetap menggunakan alat manual, hal tersebut dapat menyebabkan cidera tangan.
•Bau lem untuk perekat kertas lapis box jika dihirup terlalu lama dapat merusak pernafasan.
•Alas potong terbentuk dari susunan kertas yang belum terpakai (baru), hal tersebut dapat merusak kertas tersebut dan dapat menyebabkan kerugian.
•Tempat penyimpanan untuk alat-alat finishing tidak terorganisir dengan baik dan benar, hal tersebut dapat mengurangi efisiensi dan efektifitas kerja.

Pencatat : Hani Amalia

Operation Chart : Stasiun Kerja 2 (Updated)

Stasiun Kerja 2 : Perakitan Box











Temuan:
•Ruang kerja sempit
•Alat potong yang digunakan saat mengerjakan pesanan box yang banyak tetap menggunakan alat manual, hal tersebut dapat menyebabkan cidera tangan.
•Tempat penyimpanan untuk alat-alat perakitan tidak terorganisir dengan baik dan benar, hal tersebut dapat mengurangi efisiensi dan efektifitas kerja.
•Alas potong terbentuk dari susunan kertas yang belum terpakai (baru), hal tersebut dapat merusak kertas tersebut dan dapat menyebabkan kerugian.
•Pola kerja terkadang tidak berjalan dengan baik, hal tersebut dapat mengurangi efisiensi dan efektifitas kerja.

Pencatat : Agnia RS


Operation Chart : Stasiun Kerja 1 (Updated)

Stasiun 1 : Pola






Temuan:
- Operator melakukan kegiatan bersebelahan dengan operator lain
- Storage berada di area kerja dan mengganggu ruang gerak
- Operator tidak menggunakan gambar pola dalam pemotongan pola, hanya berdasarkan pada patokan ukuran yang telah dilakukan sebelumnya
- Alas potong berupa kertas dupleks yang berfungsi sekaligus sebagai pembatas area potong dan storage kertas lapis.
- Objek kerja lebih lebih besar dari area kerja
- Meja kerja terlalu tinggi, untuk menahan dan memotong kertas, tangan operator harus ditekuk dan rawan kecelakaan kerja.

Pencatat : San Teresia P




Minggu, 27 Maret 2016

Pembagian Stasiun Kerja (Updated)




















Stasiun 1 : Pola ( Area Kuning )
- Menggambar pola
- Memotong pola

Stasiun 2 : Rakit ( Area Biru )
- Merakit badan box
- Merekatkan badan box
- Merakit tutup box

Stasiun 3 : Lapis Kertas ( Area Coklat )
- Melapis box dengan kertas
- Merapikan lem

Stasiun 4 : Storage dan Distribusi ( Area Oranye )
- QC
- Storage
- Distribusi

Minggu, 20 Maret 2016

Flow Chart & Process Chart (Updated)

Flow Chart dan Process Chart untuk pembuatan satu gift box custom.




Proses pembuatan Box Custom diawali dengan pengambilan bahan baku (lem, duplex kuning, kertas Buffalo, kertas Lux, kertas Linen, selotip kertas) ke gudang storage lalu membawa bahan baku tersebut ke tempat proses menggunakan trolley barang. Setelah bahan baku sampai di temat proses pembuatan box custom, proses terhambat dikarenakan harus menyiapkan meja kerja dan menata alat dan bahan yang akan digunakan dalam proses pengerjaan, setelah itu baru bisa proses pembuatan perakitan dilakukan. Proses pembuatan box custom diawali dengan membuat pola box custom di atas duplex kuning yang digunakan setelah pola dibentuk lalu dilanjutkan ke tahap penmotongan dengan menggunakan cutter dan penggaris sederhana. Setelah proses pemotongan selesai lalu di check kembali hasil pemotongan pola sudah sesuai garis pola dan rapi atau belum. Setelah itu dioper ke meja kerja assembling untuk direkatkan dan dibentuk menjadi box yang sesuai dengan pola Box custom dan direkatkan dengan lem cair dan selotip kertas di setiap sisinya. Setelah proses assembling selesai dan lem perekat kering lalu di check kembali kualitas dan kerapiannya apakah sudah sesuai atau belum, jika sudah sesuai, box custom akan dipindahkan ke meja selanjutnya. Proses dilanjutkan ke tahap akhir yaitu finishing. Pada tahap ini box hasil perakitan dilapisi dengan menggunakan kertas sesuai pesanan dimana kertas pelapis ditempelkan pada sisi badan box dan tutup box direkakan menggunakan lem cair sehingga pada tahap akhir sebelum box selesai pengerajin harus menunggu lem perekat hingga kering dengan sempurna. Setelah lem kering baru dilakukan quality control yang terakhir apakah hasil finishing sudah rapi atau belum. Jika hasil QC telah lulus, box akan dipindahakan ke tempat distributor untuk disimpan sementara menunggu pesanan box custom tersebut diambil.


Tabel Kekurangan Proses

Minggu, 21 Februari 2016

Progress 2 ; Flow Chart

Flow Chart

Flow chart adalah suatu bagan dengan simbol-simbol tertentu yang menggambarkan urutan proses secara mendetail dan hubungan antara suatu proses dengan proses yang lainnya. Kali ini flow chart yang kami gunakan yaitu flow chart system.

Flow chart system adalah bagan yang menunjukan alur kerja atau apa yang sedang dikerjakan didalam sistem kerja secara keseluruhan dan menjelaskan urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Dengan kata lain, flow chart ini merupakan deskripsi secara grafik dari urutan-urutan prosedur yang terkombinasi yang membentuk suatu sistem.

Dari UKM yang kami tinjau, kami menyimpulkan bahwa terdapat 3 stations yang dibedakan berdasarkan jenis pekerjaan :

Station 1 : Paper Bag
Pada station ini, jenis pekerjaannya adalah mengerjakan souvenir packaging dengan jenis paper bag.

       Gambar tampak atas dan flow chart Station 1 : Paper Bag

Keterangan :
  1. Pekerja mengambil material untuk mengerjakan souvenir packaging dengan jenis paper bag yang mana material kertasnya sudah dipola dan dirangkai.
  2. Pekerja mulai memasang tali untuk paper bag dan melakukan finishing serta quality control dengan peralatan yang sudah disediakan berupa gunting, cutter, dan lem.
  3. Setelah pekerja mengerjakan paper bag tersebut, mereka meletakkannya di tempat penyimpanan sementara.
  4. Setelah paper bag dengan jumlah tertentu sudah didapatkan, mereka meletakkannya di tempat penyimpanan.


Station 2 : Box and Mica
Pada station ini, jenis pekerjaannya adalah mengerjakan souvenir packaging dengan jenis box dan mika.



Gambar tampak Station 2 : Box and Mica


Flow chart Station 2 : Box and Mica
Keterangan :
  1. Pekerja di meja tambahan pengerjakan pola untuk box dan mika.
  2. Setelah itu, pola tersebut diberikan kepada pekerja yang bekerja di meja peralatan dan penyimpanan. Meja tersebut berisi peralatan bekerja untuk mengerjakan box dan mika seperti gunting, cutter, lem putih, dan kain lap untuk merapikan lem. Selain itu, meja tersebut berguna sebagai etalase untuk menyimpan hasil pekerjaan.
  3. Setelah selesai dikerjakan, box dan mika diletakkan di tempat penyimpanan sementara.
  4. Setelah box dan mika dengan jumlah tertentu sudah didapatkan, mereka meletakkannya di tempat penyimpanan.

Station 3 : Distribution
Pada station ini, jenis pekerjaannya semua yang menyangkut distribusi souvenir packaging.


  
Gambar tampak Station 3 : Distribution

Flow chart Station 3 : Distribution

Keterangan :
  1. Proses pertama yaitu yang berwarna biru, stelah menerima pesanan atau permintaan pembeli, penjual mengambil souvenir packaging yang di maksud.
  2. Setelah itu, souvenir packaging tersebut di berikan kepada pembeli.
  3. Station ini juga bisa dianggap toko atau kantor, tidak hanya melayani pembeli yang menginginkan souvenir packaging sesuai yang ada di display, tetapi pembeli juga bisa memesan sesuai dengan keinginan di station ini.

[REVISI] Progress Bagian 1 : Penjelasan UKM

Data Gathering

Pengumpulan data dilakukan pada:
Jumat, 5 Februari 2016 dengan cara interview dan observasi.
Tempat : Balubur Town Square.

"Kulo" Boks-Mika-Paper Bag-Souvenir


"Kulo" adalah UKM yang bergerak di bidang kreatif. UKM ini menjual berbagai macam bahan-bahan kerajinan tangan. Selain itu , UKM ini melayani jasa pembuatan boks, mika, dan paper bag untuk kebutuhan packaging souvenir. Pelanggannya umumnya berasal dari Bandung, kota-kota besar di Indonesia, bahkan mancanegara seperti Malaysia dan Singapura. Jam kerja Kulo dimulai dari pukul 9.00 sampai dengan 17.00.

Toko perakitan dan pembuatan kerajinan packaging terletak di dalam pusat perbelanjaan Balubur Town Square (Baltos). Kulo terdiri dari 3 lahan usaha yang berada di lantai D2. Dua lahan berada dalam posisi yang berdekatan. Satu untuk toko sebagai sarana distribusi dan penjualan, dan satu untuk perakitan boks. Sedangkan satu lahan berada jauh di belakang dan hanya berfungsi sebagai storage. Tempat pengerjaan terdiri dari 2 bagian yaitu di dalam toko dan di selasar toko itu sendiri.